Direktur CV Filanga Perkasa, Iksan Basri, selaku kontraktor pelaksana, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kerusakan bermula dari sistem drainase yang tak mampu menahan limpasan air, mengakibatkan longsor pada bagian timbunan jembatan.
“Air mengalir langsung ke area jembatan karena kerusakan pada drainase. Akibatnya terjadi longsor di timbunan hingga jembatan patah,” kata Iksan kepada wartawan.
Ia menambahkan, karena proyek masih dalam masa pemeliharaan, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan perbaikan di lapangan. Koordinasi dengan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) juga telah dilakukan.
“Saat ini perbaikan sudah kami mulai. Akan ada tambahan pekerjaan agar kerusakan bisa segera ditangani. Pengawas dari dinas terkait juga telah berada di lokasi untuk mengawasi proses perbaikan,” jelas Iksan. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!