Salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan kondisi ini. “Kalau di lantai satu dan dua, hanya bisa digunakan untuk buang air kecil (BAK). Sedangkan kalau mau BAB, harus naik ke lantai empat. Tidak bisa dibayangkan jika kita kebelet. Saya harap ini cepat diperbaiki,” pintanya.
ASN tersebut juga menambahkan bahwa kerusakan grendel sudah berlangsung lama dan belum kunjung mendapatkan perawatan. Ia khawatir jika toilet tersebut dipakai untuk BAB, ada risiko seseorang masuk secara tidak sengaja atau mendorong pintu. “Ini sudah lama rusak dan belum diperbaiki. Ketika digunakan untuk BAB, takutnya ada yang mendorong pintu,” jelasnya lebih lanjut.
Diketahui bahwa saat ini Pemprov Maluku Utara telah menganggarkan sebesar Rp 4 miliar untuk rehabilitasi kantor Gubernur dengan menggunakan sistem swakelola. Diharapkan kegiatan ini bisa segera direalisasikan agar kebutuhan dasar para ASN dapat terpenuhi dengan baik. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!