Menurutnya, sebagai kota dengan IPM tinggi di Maluku Utara, Ternate semestinya menjadikan penguatan literasi sebagai salah satu prioritas pembangunan manusia. Ia menilai pengabaian terhadap kebutuhan buku fisik merupakan langkah mundur dalam pelayanan publik berbasis pengetahuan.
“Kota ini punya tingkat edukasi yang baik. Masyarakatnya haus akan informasi dan literasi. Maka kebutuhan seperti buku fisik di perpustakaan menjadi sangat penting,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran vital Dispersip sebagai garda terdepan dalam meningkatkan budaya baca dan literasi warga kota. Dalam konteks itu, pengadaan buku bukan hanya soal fasilitas, melainkan investasi jangka panjang dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!