Ternate, Maluku Utara – Lonjakan biaya hidup di Kota Ternate mulai memicu kekhawatiran serius. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/Y-on-Y) per April 2025 mencapai 3,35 persen, naik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 3,14 persen. Kenaikan ini dinilai menjadi alarm tekanan ekonomi yang kian berat dirasakan masyarakat.
Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Nurdin I. Muhammad, menilai tren inflasi yang terus naik menggambarkan gejala krisis dalam struktur ekonomi lokal, terutama terkait tingginya biaya hidup. Ia mewanti-wanti, jika kondisi ini tidak segera dikendalikan, Kota Ternate bisa kehilangan daya tariknya sebagai tempat tinggal.
“Secara riil, masyarakat merasakan tekanan ekonomi yang sangat kuat. Harga bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya melambung tinggi. Ini bukan sekadar statistik, tapi realitas yang menghimpit,” kata Nurdin saat dihubungi, Rabu (4/6/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!