Tidak hanya Desa Dokulamo dan Gotalamo yang terdampak, namun beberapa desa lain juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, termasuk Desa Igobulah di Kecamatan Galela Selatan.
“Air keran hanya mengalir saat tengah malam, itu pun sangat pelan. Sudah menjadi kebiasaan kami untuk begadang menunggu air mengalir,” kata salah seorang warga Igobula, yang ditemui wartawan.
“Kalau ketiduran, pagi harinya kami tidak dapat air bersih. Kami biasanya tidak mengunci kran sebelum tidur, jika tidak, ya terpaksa begadang,” sambung Iki, warga setempat.
Meskipun kawasan Galela berbatasan dengan danau, masyarakat sekitar menggunakan air danau (Telaga) untuk konsumsi. Mereka menggambarkan air tersebut tidak bersih akibat banyaknya sampah dan tanaman eceng gondok. “Kami, masyarakat di pedalaman, benar-benar hidup di atas air, namun air yang kami konsumsi adalah air yang disalurkan melalui PDAM. Karena air telaga sudah tercemar, kami merasa tidak setuju untuk mengonsumsinya,” tutupnya. (Mg02/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!