Asrul Rahim, yang setiap harinya menggantungkan hidup dari berjualan ikan keliling, menjadi korban dari tindakan aparat yang dinilai tidak mengedepankan empati. Peristiwa ini pun mendorong Pemda mengambil sikap tegas. Kepala Satpol PP, Anwar Sabadar, bersama anggota yang terlibat diminta segera meminta maaf secara terbuka dan mengganti kerugian yang dialami oleh korban.
“Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal rasa. Kami minta mereka menyampaikan permintaan maaf dan memberikan ganti rugi. Karena di balik dagangan yang berserakan itu, ada keluarga yang menunggu di rumah,” kata Iwan.
Bupati Rusli juga memberikan pesan mendalam kepada seluruh aparat penegak ketertiban di Morotai agar menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran. Ia meminta Satpol PP untuk mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi dan penuh empati dalam menjalankan tugas.
“Satpol PP adalah wajah pemerintah di mata rakyat. Maka kedepankan pendekatan yang ramah, persuasif, dan berperikemanusiaan. Jangan sampai kehadiran aparat justru menjadi ketakutan bagi masyarakat kecil,” pesan Bupati.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!