Tanto juga menambahkan bahwa dalam proses belanja material, pihaknya menggunakan sistem e-Katalog, yang memungkinkan pembelian langsung ke rekening toko, bukan melalui rekening PPK, sehingga tidak ada keuntungan langsung bagi PPK.
“Kita sudah tidak berbicara keuntungan karena di toko sudah ada profit. Yang membedakan adalah dinamika pekerjaan ini, setiap kali kita bongkar kerusakan pasti akan muncul kerusakan lainnya,” terangnya.
Meskipun anggaran Rp 8,8 miliar ini dialokasikan terutama untuk interior dan peningkatan dinding, Tanto percaya bahwa berdasarkan analisis perencanaan, semua pekerjaan di keempat bangunan dapat diselesaikan 100 persen dalam waktu yang ditentukan. Dia menekankan pentingnya koordinasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan Daerah (BPKP) Inspektorat.
“Kita sudah berdiskusi dengan mereka, dan mereka juga memberikan masukan serta pengawasan,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!