Rp 8,8 M Renovasi Kediaman Gubernur Malut dengan Swakelola, PPK : Ini Baru Pertama

Tanto juga menambahkan bahwa dalam proses belanja material, pihaknya menggunakan sistem e-Katalog, yang memungkinkan pembelian langsung ke rekening toko, bukan melalui rekening PPK, sehingga tidak ada keuntungan langsung bagi PPK. 

“Kita sudah tidak berbicara keuntungan karena di toko sudah ada profit. Yang membedakan adalah dinamika pekerjaan ini, setiap kali kita bongkar kerusakan pasti akan muncul kerusakan lainnya,” terangnya.

BACA JUGA  Bocorkan Bisikan Kemendagri Terkait Akhir Masa Jabatan Gubernur Malut, AGK Lanjut 2024 ?

Meskipun anggaran Rp 8,8 miliar ini dialokasikan terutama untuk interior dan peningkatan dinding, Tanto percaya bahwa berdasarkan analisis perencanaan, semua pekerjaan di keempat bangunan dapat diselesaikan 100 persen dalam waktu yang ditentukan. Dia menekankan pentingnya koordinasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan Daerah (BPKP) Inspektorat. 

“Kita sudah berdiskusi dengan mereka, dan mereka juga memberikan masukan serta pengawasan,” pungkasnya. (RS/Red)

BACA JUGA  Kadis Koperasi dan UMKM Kota Ternate Berpotensi Didemosi
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah