Sofifi, Maluku Utara – Maluku Utara yang dikenal memiliki Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, kini dihadapkan pada ancaman serius berupa kerusakan lingkungan.
Dalam rapat yang dilaksanakan oleh Komisi III DPRD Maluku Utara, Ketua Komisi Merlisa Marsaoly menekankan pentingnya penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pencemaran lingkungan yang terus meningkat, terutama di daerah-daerah dengan aktivitas pertambangan yang intensif.
Merlisa menyatakan, rapat ini berfokus pada pencemaran lingkungan yang terjadi di Maluku Utara dan masalah sampah di ibu kota Sofifi. Ia menyoroti bahwa meskipun DLH telah memberikan penjelasan mengenai situasi terkini, masih ada banyak kendala yang dihadapi dalam pengawasan lingkungan.
Salah satu isu utama adalah kekurangan dana yang menyebabkan DLH tidak dapat melakukan pengawasan secara maksimal, terutama di kawasan pertambangan. Ia juga mencatat bahwa pengelolaan sampah di Sofifi menjadi lebih rumit karena wilayah tersebut merupakan bagian dari Kota Tidore Kepulauan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!