Ia juga menyinggung minimnya kejelasan perizinan operasional pertambangan daerah di wilayah Obi. Menurutnya, selama ini banyak warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan.
“Jika memang diperlukan izin, kami siap mengajukan, tetapi kami butuh pendampingan untuk memperlancar prosesnya. Jangan sampai kami tutup begitu saja tanpa ada solusi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sarna menegaskan, selain untuk mendukung perekonomian masyarakat, aktivitas pertambangan mereka juga menyumbang dana untuk pembangunan masjid di desa mereka. “Kami sangat berharap, jika penambangan dibuka kembali, akan bermanfaat bagi banyak orang, termasuk kelangsungan pembangunan masjid,” imbuhnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!