Sofifi, Maluku Utara- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengevaluasi 12 pelabuhan di Provinsi Maluku Utara yang disinggahi kapal tol laut. Evaluasi tersebut untuk memastikan kelayakan pelabuhan terkait pelayanan bongkar muat angkutan barang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara, Armin Zakaria, saat dikonfirmasi, Rabu (10/8/2022).
Armin menyebut dari 12 pelabuhan angkutan barang yang disinggahi kapal tol laut, di antaranya akan dievaluasi oleh Kemenhub karena kapasitas pelabuhan dinilai kurang maksimal dalam memberikan pelayanan angkutan barang.
“Pemerintah sayangkan jika setiap pelabuhan yang disinggahi kapal tol laut, angkutan barang di pelabuhan tersebut jumlahnya sedikit, maka dari itu Kemenhub akan mengevaluasinya,” kata Armin.
Armin menyebut 12 pelabuhan yang dievaluasi Kemenhub ini antara lain, empat pelabuhan di Kabupaten Halmahera Selatan, dan masing-masing satu pelabuhan di tujuh daerah lainnya, yakni Kota Tidore Kepulauan, Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, ditambah Halmahera Timur, Halmahera Utara dan Pulau Morotai.
“Dari beberapa pelabuhan angkutan barang seperti di Morotai dan di Galela Halmahera Utara, angkutan barangnya sangat sedikit sehingga akan dievaluasi,” sebutnya.
Untuk menghemat beban pembiayaan angkutan barang, Armin juga mengimbau pada masyarakat agar memanfaatkan program tol laut yang telah disubsidi oleh pemerintah pusat ini.
“Karena program tol laut sudah disubsidi oleh pemerintah sehingga bagi warga yang menggunakan jasa tol laut pasti biaya angkutan barang juga hemat,” pungkasnya. (Sam-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!