Ia mengatakan bahwa forum ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan arahan dari para stakeholder guna penyempurnaan dokumen tersebut.
Rusli menjelaskan bahwa penyusunan dokumen RKPD tahun 2026 bertujuan untuk menjaga konsistensi dan kesinambungan pembangunan daerah dari tahun ke tahun. Dokumen ini akan menjadi acuan dalam menyusun APBD tahun 2025. “Dokumen yang disusun sudah memperhatikan keselarasan dengan dokumen-dokumen penting lainnya, seperti RPJMN 2025-2029, RPJPD 2025-2045 tahap pertama, serta RPD 2023-2026,” ujarnya.
Rusli menekankan pentingnya visi Morotai yang adil, unggul, dan sejahtera dalam perencanaan pembangunan. Ia merinci enam misi utama dalam visi Morotai, yang meliputi penguatan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan pembangunan berkelanjutan, inovasi dan teknologi digital, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta reformasi birokrasi yang berkeadilan.
“Saya berharap agar seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan yang hadir dapat memberikan masukan konstruktif agar dokumen RKPD 2026 menjadi lebih aspiratif, kompetitif, dan relevan untuk masa depan,” pungkasnya. (*RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!