Daruba, Maluku Utara – Menghadapi Natal dan tahun baru (Nataru), Pemda Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Perindagkop dan UKM, memastikan stok BBM tetap tersedia.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Pulau Morotai, Nasrun Mahasari menyebut stok BBM yang dijamin ketersediaannya itu adalah Pertalite, Pertamax dan Dexlite serta minyak tanah.
“Jadi menjelang natal dan tahun baru, Dinas Perindagkop sudah melakukan koordinasi dengan pihak SPBU untuk ketersediaan stok BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Dexlite agar tetap tersedia. Pihak SPBU Sridewi berjanji akan berusaha untuk stok BBM tetap aman menjelang Nataru maupun pasca Natal 2024 dan tahun baru 2025,” kata Nasrun saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (20/12/2024).
Untuk BBM jenis minyak tanah, lanjut Nasrun, pihaknya tetap berkoordinasi dengan agen, sehingga stok minyak tanah masih tetap 220 ton per bulan, dan akan ditambah lagi dengan stok operasi pasar untuk Nataru.
Hanya saja, kata Nasrun, distribusi minyak tanah agak terlambat karena terkendala kapal pengangkut ke Morotai.
Terpisah, Pengawas SPBU Sri Dewi Jaya, Kharisman, yang dikonfirmasi pada Kamis (19/12) kemarin mengatakan, pihaknya menjamin keamanan pasokan Pertalite dan Pertamax, serta kelancaran distribusinya. Saat ini stok BBM ini telah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Memang untuk hari ini, stok Pertalite dan Pertamax di SPBU belum tersedia, karena masih menunggu pengiriman dari Tobelo, Halmahera Utara, yang diperkirakan masuk ke Morotai pada Jumat 20 Desember besok. Walau begitu, stok yang ada di pengecer saat ini masih banyak, jadi masih amanlah,” katanya.
Menurutnya, kalaupun ada kekosongan stok BBM di SPBU Sri Dewi Jaya, dipastikan tidak lebih dari tiga hari. “Jadi sebenarnya SPBU itu tergantung dari terminal BBM di Tobelo. Ketika di sana stok banyak, di sini juga pasti aman, begitu juga sebaliknya. Cuma belakangan ini, pengiriman minyak memang sedikit terlambat, karena masalah cuaca,” ujarnya.
Untuk jumlah kuota, tambah Kharisman, tidak ada perubahan kuota Pertalite, sehingga pihaknya mencoba memperbanyak kuota Pertamax, karena Pertamax tidak ada batasan stok. Semua tergantung stok di terminal Tobelo, sehingga diorder berapa pun bisa. “Dari tahun-tahun sebelumnya, kami di SPBU Sri Dewi Jaya selalu siap untuk kebutuhan yang ada. Tinggal dijaga kelancaran distribusinya saja,” sambungnya.
Terkait kelancaran distribusi, dirinya mengaku sudah menyampaikan ke Pemda agar membantu untuk dikomunikasikan, sehingga penyaluran BBM ke Morotai bisa diutamakan.
“Dalam rapat dengan Sekda dan stakeholder tadi, saya sampaikan yang menjadi harapan kami adalah kita harus bersama-sama. Jadi jangan hanya kami saja yang sampaikan ke sana. Kalau bisa Pemda juga full up ke sana sehingga untuk Morotai tolong diperhatikan atau diutamakan stoknya. Apalagi operasi BBM Pertalite dan Pertamax di Morotai cuma di SPBU Sri Dewi Jaya. Jadi harusnya di Morotai ini, kasih karpet merahlah,” harapnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!