Berdasarkan pantauan Haliyora.id, sampai saat ini belum ada pos penjagaan di perbatasan dua desa tersebut. Padahal bentrokan kedua desa ini sudah terjadi berulang-ulang kali.
Menurut warga dua desa yang di temui di lokasi, mereka mengakui terlambatnya pihak aparat keamanan melerai konflik juga menjadi penyebab kerusuhan berlangsung hingga pagi hari. Warga meminta agar aparat kepolisian baik TNI/Polri mendirikan pos di perbatasan dua desa tersebut.
Menanggapi hal ini, Kapolres Halmahera Utara, AKBP Faidil Zikri, ketika diwawancarai di lokasi kejadian menyatakan akan membuat pos penjagaan.
“Pos itu nantinya dijadikan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat agar tidak mengkonsumsi miras lagi. Untuk personel yang akan mengisi pastinya TNI-Polri dan Satpol PP. Pada prinsipnya, kehadiran kami di sini bersama TNI dan Brimob pastinya untuk masyarakat,” jelasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!