Mikram menyayangkan pernyataan Erwin yang menyebut wartawan di Morotai sebagai ‘wartawan abal-abal’ dan ‘mata duitan’. Menurutnya, pernyataan tersebut sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang anggota legislatif yang seharusnya menjaga etika berbicara. “Sebagai seorang anggota perwakilan rakyat, seharusnya menjaga etika dalam berucap, bukan sebaliknya,” sesalnya.
Ia menambahkan bahwa ucapan Erwin tersebut telah melukai hati para wartawan yang selama ini dikenal sebagai pilar demokrasi. Ia mengingatkan, jika tidak ada permintaan maaf dalam waktu dekat, pihaknya akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Yang pasti, kami akan mengambil langkah hukum jika yang bersangkutan tidak segera meminta maaf kepada wartawan,” tegasnya.
Peristiwa ini bermula setelah Erwin Sutanto merasa tersinggung dengan pemberitaan media yang menyebutkan bahwa dirinya telah empat kali absen dalam paripurna DPRD. Dalam percakapan di grup WhatsApp DPRD, Erwin mengungkapkan ketidaksenangannya dengan menganggap wartawan di Morotai sebagai “wartawan abal-abal” yang hanya mengejar popularitas dan uang.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!