Menurut Muamil, lain halnya dengan fungsi distribusi dari kebijakan fiskal, yang mana untuk memperkecil kesenjangan pendapatan dan untuk mendorong konsumsi. Demikian dengan fungsi stabilisasi dijalankan di saat ekonomi mengalami inflasi yang sangat tinggi.
“Jadi fungsi dari belanja modal itu terkait dengan fungsi alokasi dalam kebijakan fiskal, yang mana digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan infrastruktur di tiap wilayah, seperti pembangunan jalan, irigasi, jaringan, sarana kesehatan dan pendidikan dan sebagainya guna memperkecil ketimpangan pembangunan antar wilayah,” tungkasnya.
Kata dia, jika Gubernur Sherly mengunci anggaran tentunya hanya akan memperparah kesenjangan pembangunan antar wilayah dan tentunya menghambat jalannya kegiatan ekonomi masyarakat.
“Maluku Utara sebagai daerah kepulauan yang tentunya memiliki dampak terhadap kegiatan ekonomi sehingga membutuhkan pembiayaan pembangunan yang lumayan besar untuk memperlancar arus distribusi barang maupun mobilisasi penduduk. Sehingga kebijakan Sherly dengan masih mengunci anggaran hanya menghambat kegiatan pembangunan di tiap wilayah,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!