Sherly juga optimis bahwa diversifikasi produk dan pengembangan produk turunan di sektor pertanian dan perikanan akan meningkatkan nilai tambah dan membantu mengurangi defisit tersebut.
“Pada hari ini, saya melihat banyak buyer yang melakukan transaksi pembelian, terutama untuk komoditas cengkeh, pala, dan ikan dengan total transaksi sekitar Rp 245.000.000.000,” kata Sherly.
Dengan adanya misi dagang ini, diharapkan kedepan Maluku Utara dapat memaksimalkan potensi sumber daya alam yang dimilikinya, memperkuat industri lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekspor yang lebih mandiri. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!