Kebijakan Pemda Sula Bikin Pedagang ‘Meriang’

Senada juga dikeluhkan Mahwia (45), seorang pedagang yang mempunyai tanggungan menyekolahkan tiga anaknya di perguruan tinggi. Mahwia merasakan dampak dari kebijakan Pemda Kepulauan Sula yang semrawut itu.

“Juni bulan depan anak-anak sudah semester, hasil menjajakan dagangan dari pagi sampai petang paling cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau sebelumnya masih bisa simpan buat sekolah anak-anak,” cetusnya.

BACA JUGA  Kadis PUPR Sula dan Kontraktor Ditetapkan Tersangka Korupsi Jalan Tani

Sementara itu, DPC GMNI Kepulauan Sula tegas menyoroti kebijakan Bupati Fifian Adeningsih Mus yang terkesan tidak memperdulikan masyarakat kalangan bawah.

“Mestinya Bupati Ningsih berbesar hati apalagi di bulan Ramadhan. Data yang kami kantongi kurang lebih 150 petak jualan masyarakat dirusak dengan alasan relokasi jalan pasar,” ungkap Suryanti Tidore, kader GMNI Kepulauan Sula.

BACA JUGA  25 Anggota DPRD Kepulauan Sula Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah