Selain itu, Nurlaela juga menyoroti keberadaan aksara, bahasa, dan sastra Ternate yang kini terancam punah. Ia menekankan perlunya upaya revitalisasi untuk melestarikan kekayaan budaya ini.
“Bahasa Ternate kini hanya digunakan di wilayah tertentu dan oleh kelompok tertentu saja. Untuk itu, sangat penting bagi Pemerintah Kota Ternate untuk mulai fokus pada pelestarian bahasa ibu kita, baik melalui sosialisasi maupun transformasi pendidikan,” tambahnya.
Menurutnya, revitalisasi bahasa Ternate juga harus melibatkan pendidikan yang lebih formal, agar bahasa daerah ini tidak hanya sekedar muatan lokal, tetapi menjadi bagian dari kurikulum yang diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan. Dengan cara ini, generasi muda diharapkan lebih peduli terhadap identitas budaya mereka.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!