Menurut laporan warga, aktivitas tersebut terjadi terutama pada malam hari hingga dini hari. Suasana bising dari kafe-kafe tersebut sering mengganggu kenyamanan masyarakat yang ingin menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Pihak berwenang, termasuk aparat kepolisian dan pemerintah daerah, diharapkan segera mengambil tindakan tegas terhadap kafé-kafé yang tidak menghormati norma sosial dan agama selama Ramadhan. Warga meminta adanya razia serta pengawasan lebih ketat agar situasi ini tidak semakin meresahkan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemilik café maupun pihak terkait. Masyarakat berharap langkah konkret segera diambil agar Weda tetap menjadi lingkungan yang kondusif dan penuh keberkahan selama bulan suci ini.
Media ini mencoba melakukan pemantauan di lokasi ditemukannya tamu dan Ledis (LC) sambil karaokean di room pada jam 3 malam, dengan modus pintu ditutup rapi dan lampu luar kafe di padamkan seakan tidak dibuka namun faktanya dalam kafe LC dan tamu berpesta miras sambil karaokean. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!