Sementara, lanjut Rahma, jumlah pembuat AK1 pada Januari 2025 sudah mencapai 143 orang dan kebanyakan ke PT IWIP.
“Bisa dibayangkan baru bulan Januari 2025 saja sudah mencapai 100 lebih. Belum lagi di bulan-bulan yang akan datang, kira-kira lebih meningkat lagi dari tahun lalu,” ujarnya.
Olehnya, Ia berharap kedepan di Pulau Morotai ada lapangan kerja bagi putra-putri daerah.
“Mudah-mudahan ada lapangan kerja supaya pengangguran di Pulau Morotai semakin berkurang. Sebab kalau anak-anak kita pergi kerja di luar Morotai, tentunya membutuhkan biaya perjalanan dan lain sebagainya juga,” harapnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!