PT. Siantan Angkat Bicara Soal Keluhan BBM oleh Nelayan Ternate : Kuota Tidak Cukup

Di lain sisi, Rahmat menyarankan agar dilakukan rapat kembali yang melibatkan para nelayan dan DKP karena sejak tahun 2024 hingga 2025 hanya dilakukan sekali. Ini dimaksudkan agar keluhan terkait BBM langsung disampaikan para nelayan bukan dari PT. Siantan sebagai penyalur. “Kalau dari kami yang mengeluh soal kuota takutnya dituduh sebagai pemain,” sentilnya.

BACA JUGA  Sejumlah Karyawan Tambang di Site Obi Keluh tak Kebagian THR

Ditanya soal pihak PPN yang ditunjuk sebagai penyalur BBM ke nelayan, menurut Rahmat, yang disediakan untuk PPN hanya untuk solar, itupun satu tangki saja, sedangkan untuk jenis Pertalite ditangani Siantan.

“Suatu perusahaan berdiri harus dirasakan oleh anak kampung, jadi setiap BBM subsidi pertalite yang masuk, kita buka satu drum untuk mobil yang berada di pelabuhan Mangga Dua dan seluruh tukang ojek yang mangkal di muka pelabuhan mengisi BBM di sini, kalau kita tidak lakukan demikian nanti kita diserang oleh mereka, Ombudsman pernah tanya apakah ada pelayanan, kami jelaskan ada, itupun terpaksa,” tuturnya. (Mg04/Red)

BACA JUGA  Gadis Belia di Sula Tikam Ayah Kandung Hingga Tewas, Polisi Masih Selidiki Motif
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah