PT. Siantan Angkat Bicara Soal Keluhan BBM oleh Nelayan Ternate : Kuota Tidak Cukup

“Sementara BBM yang masuk per hari sebanyak 8 ton (8.000 liter), yang kami salurkan juga untuk speed boat di pelabuhan Kota Baru dan Mangga Dua, pemakaian speed boat Mangga Dua per hari sebanyak 4,5 ton, sementara Kota Baru 1,5 ton, sehingga yang tersisa hanya 2 ton, itu untuk nelayan, jadi kalau dipaksakan sesuai kuota kami merasa keberatan,” tegas Rahmat.

Rahmat bilang, di Pertamina ada jabatan yang disebut SR (sales retailing marketing). Mereka ini tugasnya menentukan kuota satu bidang tertentu, termasuk kuota untuk para nelayan.

BACA JUGA  Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Malut Sepekan ke Depan, Ini Penyebabnya

“Dulu pak Hasim pernah minta kuota BBM nelayan dipenuhi, waktu SR masih di pimpin pak Gatot, setelah itu diganti pak Rizal, setelah pak Rizal pak Yasfa, dan sekarang yang menjabat ini pak Joko. Tahun lalu kita pernah rapat online yang melibatkan Ombudsman, DKP, Pertanian dan termasuk kami juga, dalam rapat itu kesimpulannya, yang mampu meminta kuota BBM nelayan bisa ditambah hanya boleh dilakukan oleh pimpinan daerah walikota atau bupati,” ungkapnya.

Sementara itu, mengantisipasi kedepannya pemakaian minyak tanah di speed boat bakal ditarik karena rencana akan dialihkan ke BBM pertalite, maka Siantan diberikan kuota BBM per Januari 2025 dari SR Pertamina sebanyak 210 ton per bulan. Kuota ini untuk disalurkan ke armada speed boat dan nelayan. 

BACA JUGA  Jadwal Pelaksanaan Tes CPNS di Haltim Tunggu BKN

“Jadi kalau ditanya 13.500 liter dan kami hanya menyalurkan 4.000 liter ya itu kesanggupan kami karena kuota kami tidak cukup, jadi dicukupkan saja biar semuanya mendapatkan bagian secara merata, nah sisanya 9.500 liter di mana?, ya hangus, karena kuota yang ditentukan dari DKP kami tidak sanggup penuhi,” tuturnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah