Senator Maluku Utara Dukung Pilgub Dipilih DPRD, Dorong Pembentukan Partai Lokal

Karena itu, kata Hasby, untuk level pemilihan gubernur dipilih oleh DPRD dirinya sangat setuju, karena gubernur merupakan perwakilan pemerintah pusat di daerah. Hal ini juga berdasarkan regulasi.

“Untuk pemilihan gubernur saya sangat setuju jika dipilih oleh DPRD atau Presiden, sedangkan untuk bupati dan walikota itu saya tidak setuju, jadi harus dipilih langsung oleh rakyat karena ini merupakan amanat reformasi. Selanjutnya, otonomi daerah itu ada di kabupaten/kota, sehingga kalau pilkada dipilih oleh DPRD maka otonomi juga akan hilang,” tuturnya.

BACA JUGA  Tuntut Pemkot buat MoU terkait Dermaga, Masyarakat Hiri Ancam Boikot Pemilu

Menurut Hasby, boleh saja tidak ada perubahan sistem tidak menjadi soal selama pemerintah dan penyelenggaraan pemilu dan pihak penegak hukum melaksanakan dengan sungguh-sungguh aturan main dalam pemilu. Misalnya, ada batasan dana kampanye, melebihi harus di-diskualifikasi.

“Kalau semua penegakkan hukum baik, pihak kepolisian, Bawaslu dan KPU menjalankan tugasnya dengan baik, saya pikir pilkada ini pasti akan sesuai dengan yang kita harapkan, justru banyak pelanggaran tapi dikompromikan, ini yang menjadi masalah,” ujarnya.

BACA JUGA  Sejumlah Alasan untuk Keringanan Hukuman AGK Disodorkan Pengacara 

Di samping itu, rekam jejak seorang pemimpin juga harus diuji oleh partai politik, bagaimana pemangku kepentingan di pusat mengetahui rekaman jejak orang yang ada di daerah. Begitu juga publik harus dilibatkan menilai seorang calon pemimpin.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah