Koordinator aksi yang merupakan pegawai PPPK RSUD Ir Soekarno, Sunardi Idi, bersama tenaga kesehatan (Nakes) mengatakan akan tetap bersikeras mogok kerja sampai menunggu pembayaran gaji.
“Yang jelas sudah beberapa hari ini tidak ada titik temunya, karena dari pertemuan pertama hingga dengan tadi ini di rumah sakit, Sekda menyampaikan bahwa terburuk kami harus menunggu luncuran anggaran tahun 2025,” ucap Sunardi saat diwawancarai awak media di RSUD usai pertemuan dengan Sekda Muhammad Umar Ali, Kamis (19/12/2024).
Jadi pada prinsipnya, lanjut Sunardi, sebanyak 329 pegawai PPPK tahun 2024 terdiri dari nakes, guru dan tenaga teknis, Pemda harus bayar gaji dua bulan sebesar Rp 4,4 miliar. Namun, 56 nakes RSUD tetap mogok kerja.
“Kalau bulan depan baru direalisasikan, maka kami ini sampai bulan depan dan kami akan aktif kembali bekerja setelah terima gaji,” tegasnya.
Sunardi bilang, sebelum mogok pihaknya sudah melayangkan surat ke Direktur RSUD. Hanya saja tidak direspon. “Apapun yang terjadi kami tetap menerima konsekuensi karena ini soal hak kami, teman-teman PNS juga sudah mengeluh ke kami, karena tenaga terbatas,” ujarnyaa.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!