Di sisi lain, Khudori menyebut masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi industri pertanian organik, salah satunya masa tanam yang lebih lama dibandingkan pertanian non-organik. “Bahkan, di musim tanam awal biasanya produksi turun. Petani yang orientasinya menggenjot produksi tinggi tentu tidak sabar,” ungkapnya.
Khudori menjelaskan, pertanian organik membutuhkan waktu. Biasanya, kata dia, produksi praktik pertanian organik akan baik di musim ke-5 dan seterusnya. Tantangan lainnya adalah sistem sewa atau bagi hasil yang banyak dipraktikkan di sejumlah daerah produksi pangan yang berorientasi pada bagaimana membuat lahan berproduksi setinggi-tingginya. Alhasil, upaya menyehatkan tanah dengan praktik pertanian organik menjadi pilihan terakhir.
“Tantangan berikutnya, produk pertanian organik tidak selalu diganjar dengan harga premium, ini bisa membuat petani dan produsen frustasi. Makanya, biasanya pasar produk pertanian organik itu menggunakan jalur khusus berbasis komunitas dan sejenisnya,” pungkasnya. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!