Adnan juga menekankan akan pentingnya menghormati setiap hasil putusan demokrasi. Percayakan kepada penyelenggara, jika ada hal-hal yang dianggap tidak tepat dan inprosedural maka disampaikan sesuai dengan regulasi yang berlaku, jangan saling serang yang imbasnya kepada masyarakat.
“Kami pihak FKUB tentu punya peran untuk meredam semua yang terjadi, selain tanggungjawab ini juga bagian dari pengabdian diri kepada masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.
Beda pilihan lanjutnya, adalah sesuatu yang biasa karena itulah demokrasi, tetapi persaudaraan jangan sampai terputus hanya karena kepentingan sekelompok orang. “Kami juga berharap, masyarakat Moloku Kie Raha dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya masing-masing,” pungkasnya. (Riv/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!