Rahmat menjelaskan penugasan misi PBB untuk perdamaian itu selama setahun, namun karena ada kegiatan Pemilu di Negara tempat ia tugas sehingga dari New York meminta penambahan waktu dua bulan.
“Iya, jadi kita penugasan di Republik Afrika Tengah selam satu tahun dua bulan, dan ini kita baru balik sejak tahun 2023 bulan september kita memulai dan berada di sana,” ujarnya.
Rahmat berharap, kedepan animo anggota dari Polda Maluku Utara harus lebih banyak, karena keterwakilan dari kepolisian daerah lain di Indonesia lebih dari 5 orang sementara dari Polda Maluku Utara yang keterwakilan sampai 5 orang terakhir pada kontingen ke II tahun 2019.
“Kemudian belakangan kontingen III tidak ada, kontingen IV hanya satu orang Brigpol Nurul, dan kontingen V saya dan yang ganti satu juga satu orang bernama Iksan Djou,” sebutnya.
Rahmat bilang kemungkinan animo anggota untuk mengikuti kurang sehingga yang lolos juga hanya satu orang. “Kalau lolos dua orang, satunya berangkat dan satunya lagi tidak,” sambungnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!