Kondisi Gedung SMPN Unggulan 1 Pulau Morotai Memprihatinkan

Menurutnya, yang direhab awal seharusnya seng, dan tidak perlu dibongkar. Tapi karena sengnya dibongkar, akibatnya saat musim hujan air masuk dan menembus plafon. “Bagi saya rehab awal sengnya tidak perlu bongkar, bikin seperti kantor DPRD yang bersebelahan dengan sekolah. Kalau di kantor DPRD sengnya tidak dibongkar dan tempel pake seng baru, makanya sudah tidak bocor di saat hujan. Tapi sekolah, sengnya dibongkar dipasang yang baru, dinding dan atap renggang, makanya di saat hujan air tergenang dan masuk masuk ke plafon,” sesalnya

BACA JUGA  Bupati Rusli Sibua Ajak Warga Jaga Kedamaian Sambut Ramadhan 1447 Hijriah

Lanjutnya, karena rehab fasilitas yang rusak dari pihak berwenang sering terlambat, ia beberapa kali mengambil kebijakan dengan menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk memperbaiki fasilitas yang rusak tersebut. Namun setelah diperbaiki rusak lagi.

“Kami dari pihak sekolah sering lakukan rehab ringan, pernah ganti plafon dua kali dan itu inisiatif sekolah karena dari juknis anggaran BOS itu kan rehab ringan ada. Kalau rehab berat itu kan sudah tidak masuk dalam item kegunaan anggaran BOS,” terangnya.

BACA JUGA  Ikon Wisata di Pulau Morotai Itu Akhirnya Difungsikan Setelah Mati Suri

Pihaknya sudah berulangkali mengkoordinasikan persoalan tersebut ke Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pulau Morotai. Namun hingga saat ini belum ada respon. “Fasilitas sudah tidak layak, kami sudah laporkan ke Dikbud berulang kali, tapi jawaban yang kami dapat tunggu saja,” keluhannya.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diperbaiki, supaya para siswa bisa merasa aman dan nyaman saat mengikuti proses belajar mengajar, ” harap Rusdy. (RF/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah