Kepala SMPN Unggulan I Morotai, Rusdy Yaman saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan kondisi bangunan sekolah sudah mengalami kerusakan.
Ia mengungkapkan, empat ruangan kelas yang kondisinya memprihatinkan itu terpaksa tidak digunakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang diinginkan terjadi pada siswa saat belajar.
“Sebenarnya bangunanya itu belum terlalu lama, karena digunakan mulai tahun 2020-2021, itu torang so tara (kami tidak gunakan) lagi karena plafonnya sudah jatuh. Sehingga saya tidak mau ambil resiko akhirnya beberapa ruangan itu sudah tidak digunakan lagi, lebih baik kunci daripada muncul resiko dikemudian hari,” katanya.
Ia berujar, ruangan belajar yang sudah rusak itu tidak mengganggu aktivitas belajar siswa, karena masih terdapat ruangan lainnya yang digunakan. “Tapi kan kasihan uang negara sudah dipakai untuk bikin bangunan kemudian tidak bisa digunakan, itu sama halnya dengan mubazir, ” cetusnya.
Tak hanya ruangan sekolah yang bermasalah. Mushola yang biasa digunakan siswa dan guru beragama Islam untuk shalat, juga tidak bisa digunakan disaat hujan. “Mushola itu seng tidak bagus, jadi kalau musim hujan air masuk ke dalam tembus plafon dan tidak bisa shalat di situ,” timpalnya.
Rusdy menambahkan, pihak berwenang pernah melakukan rehab, namun rusak lagi. “Yang depan itu juga sudah direhab, mungkin rehabannya itu kurang bagus sehingga kembali rusak,” kata Rusdy.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!