Gegara Ini, Warga Waringi di Halsel Minta Pemda Tutup Pangkalan Mitan Milik ST

Muftin mengungkapkan bahwa ketika pembagian minyak tanah kepada 214 KK penerima subsidi, hanya diberikan 5 liter per 1 KK. Menurutnya  itu tidak bisa menutupi kebutuhan masyarakat dan ketika ada masyarakat yang terlambat mengambil pembagian minyak, pihak pangkalan menaikkan harga menjadi Rp 11 ribu per 1 liter.

“Penerima subsidi 214 KK, cuman 1 KK dapa 5 liter, torang (kami) sudah sampaikan bahwa kalau boleh itu satu KK 15 liter karena kebutuhan masyarakat, tapi ketika ada masyarakat yang terlambat ambil jatah itu dorang kase harga Rp 11 ribu per 1 liter,” ungkap Sekdes, Rabu (30/10/2024). 

BACA JUGA  Warga Indong Halsel Protes Pergantian Kepala Puskesmas 

Salah seorang ibu rumah tangga yang enggan menyebut namanya, mengatakan bahwa hampir setiap malam 2 mobil sering masuk, dan ambil jatah minyak subsidi di pengakalan tersebut hingga diperjual belikan ke desa-desa tetangga. 

“Iya benar torang sini waktu pembagian itu cuma 5 liter ketika torang ingin tambah karena kebutuhan besar dorang hanya kase (dikasih) sebatas itu saja. Padahal malam itu dorang ada kase masok oto untuk ambil minyak tanah sini baru dorang jual di desa tetangga,” tuturnya. (Mg02/Red2)

BACA JUGA  Pengamat Minta Audit Pokir Anggota DPRD, BPK Malut : Tahun Depan Akan Ditelusuri
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah