Meski begitu lanjut Gifhari, paling terpenting yaitu konsistensi antara RKPD, KUA PPAS dan Ranperda, karena terkadang berbeda. “Harus konsisten dalam penganggaran dengan nilai yang tertuang baik dalam RKPD, KUA PPAS dan Ranperda sehingga tidak terjadi perubahan yang signifikan,” ucapnya.
Ghifari menyebutkan, kondisi APBD tahun 2025 menjadi salah satu tantangan, karena kondisi keuangan tidak stabil. Hal ini dikarenakan DBH maupun PAD tidak maksimal.
“Ini yang menjadi catatan, karena bisa saja ada hutang bisa mengalami penambahan. Catatan yang penting dari Fraksi NasDem bahwa jangan lagi terjadi hutang kepada pihak ketiga maupun tunjangan jangan lagi tertunda. Apalagi sisa waktu tinggal dua bulan ini semoga harus diselesaikan dengan APBD perubahan ini mungkin berjalan pada pekan depan,” pungkasnya. (Rul/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!