Sofifi, Maluku Utara – Hingga saat ini, jabatan ketua DPRD Provinsi Maluku Utara masih berstatus sementara. Ini karena sebagai pemenang Pileg 2024, DPD Partai Golongan Karya (Golkar) belum mengajukan nama kadernya yang duduk di kursi DPRD Maluku Utara untuk memegang jabatan pucuk pimpinan.
Padahal tiga partai politik lain pemenang Pileg 2024 seperti PDIP, Nasdem, dan PKS telah mengajukan nama untuk jabatan wakil ketua. Seperti PDIP yang menetapkan Kuntu Daud sebagai wakil ketua I, kemudian Nasdem yang menetapkan Husni Bopeng sebagai wakil ketua II, dan PKS yang menetapkan Husni Salim sebagai wakil ketua III.
Adapun wakil partai Golkar yang memegang jabatan ketua DPRD sementara adalah Maria Silsi Deyabora Tongo Tongo. “Untuk wakil ketua DPRD sudah tidak ada masalah, tinggal ketua DPRD yang belum ada sampai saat ini,” kata Sekretaris DPRD Malut, Evra Pramukawati, di halaman kantor Gubernur, Senin (21/10/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disentil belum ada adanya ketua DPRD definitif ini apakah tidak mengganggu kinerja DPRD dalam pembahasan APBD Induk tahun 2025, Evra mengaku pasti mengganggu. “Tapi berdasarkan informasi dari fraksi Golkar ke saya katanya dalam waktu dekat ini sudah akan selesai. Yang jelas fraksi Golkar akan mengajukan dalam minggu ini juga,” jelas Evra.
Halaman : 1 2 Selanjutnya








