Di Kota Ternate pada tahun 2023 capaian SPM baru mencapai 90 persen. Penemuan dan pengobatannya sudah mencapai 70 persen dan target 90 persen, sementara angka keberhasilan pengobatan 85 persen dan target 90 persen. Meski begitu cakupan program TBC belum mencapai target yang diharapkan.
Dikatakan, ada beberapa faktor penyebab diantaranya, belum maksimalnya pencatatan dan pelaporan di beberapa fasyankes, serta kegiatan Publik Private Mix belum terakomodir dengan baik. Melihat kondisi penemuan dan pengobatan di Kota Ternate yang masih jauh dari target, maka perlu dilakukan upaya diantaranya yang sudah dilakukan pada tahun 2023.
“Ada pembentukan KOPI TBC Kota Ternate, pertemuan Dukungan Sebaya dan Refreshing kader yang dilanjutkan dengan kegiatan Aktif Case Finding oleh petugas kesehatan dan kader kelurahan,” kata Fathiyah.
Selain kegiatan ini, sambung Fathiyah, juga diperlukan peningkatan kapasitas petugas fasyankes dalam melakukan pencatatan serta pelaporan dan mengetahui SOP penemuan dan pengobatan terbaru perlu dilakukan adanya pelatihan TBC bagi petugas Fasyankes. Pelatihan yang dilakukan di Kota Ternate sudah cukup lama yakni terakhir dilakukan pada tahun 2015 silam.
“Tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan TBC. Semua jenis tenaga kesehatan bisa terlibat langsung dalam penatalaksanaan TBC dalam kegiatan sehari-harinya. Untuk bisa memaksimalkan peran tenaga kesehatan dalam upaya penanggulangan TBC diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di semua tingkat layanan kesehatan sehingga bisa menjadi tenaga kesehatan yang berkompeten untuk memberikan pelayanan TBC melalui pelatihan,” jelasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!