Adapula masalah lingkungan yang tidak memperhatikan dampak. Perusahaan tambang PT IWIP membabi-buta merusak hutan tanpa memikirkan dampaknya. Karena itu, sebagai pemerhati lingkungan, Ratik meminta pemerintah berhenti mengkambinghitamkan hujan sebagai alasan penyebab banjir yang terjadi di Lukulamo dan sekitarnya.
“Alih-alih pemerintah harus segera memitigasi secara menyeluruh untuk meminimalisasi resiko dan dampak banjir, pemerintah juga kiranya mencabut perizinan terhadap tambang yang rakus terhadap hutan, lalu melakukan hukum terhadap kejahatan lingkungan dan sumber daya alam yang dilakukan perusahaan ekstraktif di Halteng,” tandasnya. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!