Aktivis Lingkungan : Banjir Halteng Akibat Pemda Lalai, IWIP ‘Asik’ Berburu Nikel

Weda, Maluku Utara- Pemerhati lingkungan di Maluku Utara Ratika David menilai penyebab terjadinya bencana banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Tengah, bukan akibat dari curah hujan tinggi melainkan banyak pembongkaran hutan dan alih fungsi lahan di Kecamatan Weda Tengah.

“Intensitas dan curah hujan serta cuaca lainnya bukanlah satu-satunya penyebab banjir,” kata Ratika David, Selasa (23/7/2024) malam.

BACA JUGA  Gubernur Sherly dan UPT Kementerian Bahas Problem Infrastruktur di Maluku Utara

Ratika menyebut, perusahaan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang bercokol di daerah turut bertanggung jawab atas musibah banjir itu, termasuk pemerintah daerah. Korporasi, kata dia, terlalu asik berburu nikel, dengan mengesampingkan fungsi lahan dan hutan. Bahkan suku pedalaman Togutil yang mendiami belantara Halmahera ikut tergusur dari tanah yang sudah beratus tahun lalu mereka diami.

BACA JUGA  Peresmian Kantor DPRD Taliabu Bakal Molor
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah