Olehnya itu, ia berharap dengan adanya pelatihan ini profesionalitas dan kompetensi SDM yang dimiliki oleh pemandu wisata museum dapat ditingkatkan sehingga memiliki daya saing yang kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pulau Morotai, Maluku Utara, Saban Lanoni mengatakan bahwa ini adalah pelatihan wisata museum di Morotai yang kedua kalinya dilaksanakan berkaitan dengan upaya peningkatan kapasitas kepada masyarakat yang berkecimpung lebih khusus di sektor wisata pemandu.
“Karena sejauh ini kita belum arahkan kepada para pemandu wisata museum untuk membentuk satu komunitas atau organisasi yang menghadapi mereka. Hanya saja, katakanlah yang memiliki museum pribadi itu sering didatangi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehingga aktivitas mereka pada konteks memandu wisata museum ini sudah cukup berpengalaman,” ujar Saban.
“Untuk itu, kedepannya kita berharap mereka yang sudah memiliki profesi ini, ada wadah yang baik supaya bisa mengarahkan kepada pemandu wisata yang lain. Itu yang kita harapkan karena sangat penting,” sambungnya.
Saban mengatakan, sebagai seorang pemandu wisata museum ini, seyogyanya mereka harus memiliki syarat minimalnya harus menguasai 2 (dua) bahasa baik Indonesia secara baik dan bahasa Inggris.
“Nah, pendekatan ini yang kedepannya memudahkan bagi teman-teman pemandu ketika melakukan pemanduan kepada wisatawan mancanegara. Karena tujuan kegiatan ini adalah para pemandu wisata museum lebih diberikan wawasan khususnya terkait dengan teknik memandu apabila wisatawan yang datang ke Morotai baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehingga disini akan didapatkan banyak pengetahuan yang bisa dihendel oleh pemandu wisata museum kepada kelompok wisatawan tersebut,” sebutnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!