Maka itu, lanjutnya, diperlukan seorang pemandu wisata museum yang bertugas untuk menyampaikan informasi kepada pengunjung secara komunikatif.
“Sehingga diharapkan kedepan para pemandu ini menjadi image pertama ketika wisatawan datang ke Morotai, mereka sudah memberikan kesan dengan baik dalam rangka pelayanan kepada wisatawan. Diharapkan para peserta pelatihan dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya pada hari ini,” harap Saban.
Diketahui, pelatihan ini berlangsung di D’aloha Resort Jababeka Morotai, berlangsung dari tanggal 25 Juni sampai dengan 27 Juni 2024 diikuti oleh 40 peserta didalamnya, kelompok pengelola museum PD-II, Kelompok pengelolaan museum Trikora, kelompok pengelola museum swadaya PD-II, Pengelola objek daya tarik wisata Dodola, kelompok pengelola situs kuburan sekutu Australia Desa Pandanga, komunitas guide dive Morotai, Pokdarwis Desa Pandanga, Pokdarwis Army Dock, Pokdarwis Balitako, Desa wisata Army Dock dan komunitas guide Morotai trip. (RF/PN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!