Ditopang Penjualan Tenaga Listrik, Pendapatan PLN Tumbuh Signifikan Capai Rp 487 Triliun

- Editor

Kamis, 30 Mei 2024 - 17:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo melakukan pengecekan SPKLU ultra fast charging di rest area km 626B Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur saat libur Idul Fitri 1445 Hijriah. Tersedianya SPKLU di setiap rest area tol Trans Sumatera dan Jawa membuat pengguna kendaraan listrik tidak khawatir dalam melakukan perjalanan jauh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo melakukan pengecekan SPKLU ultra fast charging di rest area km 626B Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur saat libur Idul Fitri 1445 Hijriah. Tersedianya SPKLU di setiap rest area tol Trans Sumatera dan Jawa membuat pengguna kendaraan listrik tidak khawatir dalam melakukan perjalanan jauh.

Jakarta, 30 Mei 2024 – Transformasi yang terus dilakukan PLN sukses membuat pendapatan usaha PLN meningkat sebesar 10,48% menjadi Rp 487,38 triliun pada tahun 2023. Peningkatan pendapatan usaha tersebut menjadi penopang peningkatan laba PLN. Di bawah navigasi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, PLN berhasil membukukan keuntungan terbesar dalam sejarah perseroan dengan meraih laba bersih sebesar Rp22,07 triliun pada tahun 2023, sekaligus mencetak hattrick rekor laba bersih selama tiga tahun berturut-turut sejak 2021. 

Darmawan menjelaskan capaian ini merupakan buah dari konsistensi transformasi yang dilakukan oleh PLN dalam tiga tahun terakhir.

“Ini adalah buah manis dari upaya transformasi yang kami lakukan. Kami berhasil mengubah cara pandang dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Dulu kami hanya berorientasi pada supply pasokan listrik, sekarang berorientasi pada demand dan kepuasan pelanggan,” ucap Darmawan.

Pendapatan terbesar diperoleh dari pertumbuhan penjualan listrik sebesar 5,36%, dari 273,76 Terawatt hour (TWh) pada 2022 menjadi 288,44 TWh pada tahun 2023. Hal tersebut membuat pendapatan dari penjualan tenaga listrik pada tahun 2023 mencapai Rp 333,19 triliun atau meningkat Rp22,13 triliun pada tahun 2022.

“Kami tidak lagi sekadar menunggu, tapi sekarang kami turun langsung melihat kebutuhan pelanggan. Kami pastikan PLN siap memenuhi setiap kebutuhan pelanggan,” tambah Darmawan.

Penjualan listrik tertinggi diperoleh dari sektor bisnis dan industri yaitu mencapai 145,70 TWh atau meningkat 6,69 TWh dibanding tahun 2022. Kemudian sektor rumah tangga mencapai 122,34 TWh atau meningkat 6,24 TWh dibanding tahun 2022. Untuk sektor lainnya mencapai 20,4 TWh atau meningkat 1,75 TWh dibanding tahun 2022.

BACA JUGA  Siap-siap, Sinergi PLN - Himbara Bakal Permudah Masyarakat Miliki Motlis 

Pertumbuhan penjualan listrik tidak lepas dari innovative marketing yang dijalankan oleh perseroan. Melalui strategi intensifikasi, PLN hadir memenuhi kebutuhan pelanggan atas peningkatan konsumsi listrik.

PLN terus menghadirkan program promo biaya tambah daya untuk memudahkan pelanggan yang ingin meningkatkan penggunaan listrik yang produktif. PLN juga menghadirkan program akuisisi captive power yang mengajak pelanggan bisnis dan industri beralih dari penggunaan pembangkit listriknya sendiri ke PLN. Dari seluruh strategi intensifikasi yang dijalankan, PLN berhasil menambah penjualan sebesar 9,99 TWh.

“Kami melakukan digitalisasi di setiap proses bisnis, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga layanan pelanggan. Ini membuat listrik kami semakin andal, sehingga pelaku usaha kini semakin yakin dalam menggunakan listrik PLN yang lebih andal dan efisien,” imbuh Darmawan.

Berita Terkait

7 Daerah jadi Lokasi Kubermas Mahasiswa Unkhair Ternate, Jainul Yusup : Program yang Menyentuh Langsung Masyarakat
Bupati Haltim Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Staf Ahli Ibrahim Senen
YBM PLN UIW MMU Gelar Khitan Massal Bagi 188 Anak di Ambon
PLN UIW MMU Resmikan Stasiun Pengisihan Daya EV Pertama di Mall Indonesia Timur
Disperindag Malut Segera Hibahkan Bangunan Pasar ke Halut dan Halbar
JPPR Malut Minta Data Pemilih Pilkada Terutama di Kawasan Tambang jadi Atensi KPU
Ini Strategi Disperindag Maluku Utara Mengoptimalkan Penyelesaian Aset Daerah
DAK RSUD Chasan Boesoirie di Maluku Utara Berpotensi Hangus 
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 21:18 WIT

Caleg Terpilih DPRD Halmahera Tengah dari 5 Parpol Terancam tak Dilantik

Kamis, 18 Juli 2024 - 20:39 WIT

Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha 2024, Satlantas Polres Halut Jaring 75 Kendaraan

Kamis, 18 Juli 2024 - 20:22 WIT

Gedung Replika yang Dibangun Semasa Bupati Benny Laos jadi Markas ‘Ngelem’

Kamis, 18 Juli 2024 - 19:49 WIT

Pj Bupati Morotai Kukuhkan Hairil Hi. Hukum Sebagai Kadis PUPR 

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:07 WIT

Kejari Pulau Taliabu : 14 Paket MCK Fiktif Ternyata Cair 100 Persen

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:46 WIT

7 Daerah jadi Lokasi Kubermas Mahasiswa Unkhair Ternate, Jainul Yusup : Program yang Menyentuh Langsung Masyarakat

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:13 WIT

Pemprov Malut : Pj Bupati Halteng Belum Ajukan Surat Pengunduran Diri

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:06 WIT

KPU Pulau Morotai Tuntaskan Coklit di 6 Kecamatan

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!