“Namun karena saya dan partai pengusung Benny Laos-Asrun Padoma jadi saya bertanggung jawab. Saya menyatakan bahwa Gerindra gagal memilih, bukan salah tapi gagal,” sebutnya tanpa panjang lebar.
Sahril mengakui, keputusan Gerindra saat itu merapat ke Benny-Asrun sudah merupakan keputusan DPP sehingga sebagai kader di daerah tetap tunduk terhadap ketetapan tersebut. “Kami punya partai memiliki hierarki. Jadi, apapun yang diusulkan oleh DPC dan DPD itu terakhir hanya diputuskan di pusat,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!