Weda, Maluku Utara– Pj Bupati Halmahera Tengah (Halteng) Ikram Malan Sangaji, membantah dirinya mengeluarkan statemen ‘lawan politik identitas dan pikiran primordial’ untuk kepentingan politiknya maju di Pilkada Halteng 2024.
Menurut Ikram, statemen yang ia lontarkan di media ini edisi Jumat 10 Mei lalu sebenarnya tidak mengarah pada pernyataannya maju sebagai bupati atau wakil bupati, melainkan interpretasi yang mengarah untuk membuat berita menjadi seksi. Sebab beberapa hari sebelumnya beredar video politik identitas dari salah satu kandidat yang akan mencalonkan diri pada Pilkada Halteng.
“Politik identitas atau warna berdampak terhadap birokrasi, jika warna berbeda nonjob dan promosi tidak berbasis kompetensi, sementara politik primordial di tingkat nasional kata-kata tersebut tidak baik untuk proses politik karena semua warga negara yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama,” kata Ikram di keterangan persnya yang diterima Haliyora.id, Minggu (12/5/2024).
“Jadi tidak boleh dilarang, semua kembali ke suara masyarakat,” sambungnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!