Ikram bilang, politik identitas dan primordial dalam Pilkada dari perspektif birokrasi banyak mudaratnya bagi birokrat daerah. Birokrat yang handal dan berkinerja baik akan terpinggirkan.
“Jika ini tidak dikelola dengan baik birokrat di Maluku Utara akan kehilangan kesempatan dan peluang untuk berkembang. Birokrat yang handal dan berkinerja baik di daerah tereliminasi karena politik lokal,” ujarnya.
Ia mengatakan, harusnya Pilkada menghasilkan birokrasi yang kuat dan mampu menghasilkan inovasi yang setara dengan birokrat di pusat sehingga akan membuka peluang dan kesempatan kepada birokrat Maluku Utara untuk mengisi job-job di kementerian melalui seleksi kompetensi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!