“Bukan cuma saya masih ada teman-teman kontraktor lain yang mengalami hal yang sama, pekerjaan kami belum dibayar. Saya berharap dan saya minta agar secepatnya pihak Pemda bisa membayar pekerjaan kami,” harapnya.
Untuk mengkonfirmasi mengenai utang puluhan miliar ini, wartawan mencoba mengkonfirmasi langsung ke Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Moh. Ridwan Aziz dan Kepala Inspektorat Kabupaten Pulau Taliabu Gesberd Tani. Namun keduanya terkesan saling lempar tanggungjawab.
“Kalau utang ini masih sementara pemeriksaan, nanti dari hasil pemeriksaan baru di buat daftar utang dan itu bisa ke Inspektorat,” ungkap Kaban BPKAD Taliabu, Moh Ridwan Aziz sembari meminta wartawan mengkonfirmasi ke Kepala Inspektorat.
Disinggung soal total jumlah utang daerah sejak tahun 20219 hingga 2023 yang diketahui BPKAD, Ridwan Aziz mengatakan tidak tahu. “Saat ini belum ada, 2023 masih pemeriksaan bisa cek di Inspektorat, Nanti ke Inspektorat saja,” singkatnya begitu.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!