Lagi, Tagih Utang Kontraktor Bikin Geger Seisi Kantor BPKAD Malut

Usai pertemuan, salah satu kontraktor yang diketahui bernama Wan mengungkapkan, alasan mereka meluapkan kekesalan sebelum pertemuan tadi karena sebelumnya mereka pernah dijanjikan bahwa seluruh masalah menyangkut utang proyek langsung dikoordinasikan ke Kepala BPKAD.

“Tapi di pertemuan tadi ceritanya lain, masa kami disuruh ambil DPA meminta surat rekomendasi utang dari Inspektorat, itu bukan tugas kami, dari situlah membuat kami marah,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pemda Sula Disanksi, DBH Ditahan, Pegawai yang Dilantik juga Terancam

Kata dia, di pertemuan tersebut mereka membeberkan nilai utang proyek yang belum dibayar BPKAD sebesar Rp 800 juta. Proyek tersebut melekat di Dinas Perkim.

“Kami hanya meminta kejelasan dari Ibu Kaban, pekerjaan kami sudah selesai 100 persen dengan pagu Rp 800 juta, hanya itu saja. Sementara waktu normal bagi ASN masuk kantor tersisa tiga hari ini, untuk itu bagi kami tidak akan maksimal, kami juga menghadapi lebaran kasihan karyawan kami sudah marah-marah apa yang harus kami jelaskan ke mereka,” kesalnya.

BACA JUGA  Serapan Anggaran Rendah, Progres Lelang Baru Mentok 20 Persen, Akademisi Sarankan Gubernur Sherly Segera Cari Solusi

Jain, salah seorang kontrak menegaskan besok pagi mereka tetap medatangi kantor BPKAD meminta kejelasan . Apabila tidak ada kepastian maka mereka mengobrak-abrik isi kantor BPKAD. 

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah