Sebelumnya, masalah ini mencuat setelah Komite SDN Doyado menyurati Inspektorat Tikep terkait dugaan tidak transparan pengelolaan anggaran sekolah. Persoalan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Inspektorat dengan mengambil dokumen dana BOS dan BOS kinerja 2 tahun yakni 2022-2023.
Agar masalah ini serius ditindaklanjuti Inspektorat,
warga Doyado kemudian menggelar aksi protes dengan melakukan pemalangan sekolah sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terhenti satu hari pada pekan kedua Januari lalu. (RY/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!