“Prinsipnya saya tetap siap jika itu perintah dan saya tidak pernah menolak,” katanya lugas.
Mantan kepala Inspektorat itu mengaku prihatin dengan kondisi keuangan daerah saat ini yang tak baik-baik saja. “Jadi ini harus diselesaikan agar kondisi keuangan daerah kembali normal, semua utang harus diselesaikan,” tukasnya.
Menurut Bambang, akar yang menjadi masalah di keuangan saat ini yaitu mis manajemen. Kata dia, pengelolaan keuangan daerah harus berdasarkan estimasi, tidak boleh deviasi lebih dari tiga persen.
“Kalau lebih dari tiga persen itu disebut dengan kegagalan perencanaan. Kalau perencanaan sudah baik lantas ada masalah sudah tentu pengelolaannya bermasalah, karena tidak mengacu pada perencanaan yang disusun dan ini harus diperbaiki,” tutupnya.
Sementara informasi yang dihimpun media ini, dalam waktu dekat Plt Gubernur Maluku Utara akan kembali mengevaluasi jajaranya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!