Ternate, Maluku Utara- Alokasi anggaran APBN Provinsi Maluku Utara pada tahun 2024 meningkat sebesar 5, 87 persen atau sebesar Rp17,86 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Jumlah tersebut terdiri dari alokasi untuk belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L) sebesar Rp 5,36 triliun yang tersebar pada 40 K/L dan Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp 12,50 triliun untuk 11 Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata mengatakan, alokasi belanja K/L yang meningkat sebesar 6,76 persen (yoy) pada tahun 2024 diarahkan untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia, penuntasan infrastruktur prioritas, percepatan transformasi ekonomi hijau, reformasi birokrasi dan aparatur negara, serta pelaksanaan Pemilu dan dukungan untuk Pilkada.
“Sedangkan alokasi TKD yang mengalami peningkatan sebesar 5,49 persen digunakan untuk mendukung pengendalian inflasi, penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, peningkatan investasi, dan peningkatan kualitas belanja daerah,” kata Agung, Kamis (14/12/2023).
Dijelaskan, penguatan sinergi dan harmonisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah diperlukan dalam mengawal APBN tahun anggaran 2024 untuk menghasilkan belanja yang lebih berkualitas (spending better).
“Melalui belanja berkualitas, APBN diharapkan turut menggerakkan kehidupan ekonomi masyarakat dan memberi dampak ikutan (multiplier effect) secara lebih besar pada kegiatan perekonomian, sehingga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Maluku Utara,” ucapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!