Ternate, Maluku Utara- Rempah merupakan kekayaan asli Bumi Maluku Utar. Sejak dahulu kala, rempah merupakan aset mewah. Hal inilah yang membuat Bumi Nusantara dahulu terpandang dan terus didekati oleh banyak negara besar untuk dikuasai kekayaan rempahnya.
Fakta bahwa Nusantara pernah menjadi penghasil rempah sebagai pemasok utama dunia sebagai Lumbung Rempah Dunia Nusantara atau dikenal sebagai Spice Island Country.
Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman mengatakan, rempah jangan dipandang sebagai komoditi saja, tetapi sebagai nilai. Keberadaan rempah memberikan nilai menjadi lebih tinggi terhadap makanan, minuman, kesehatan, kebugaran, kecantikan, pewarna, pengawet, dan spiritual.
Begitu juga secara historis tentang situs, artefak, gedung tua, literasi tua, dan cerita lama kearifan lokal, dikemas untuk menjadi produk bernilai tinggi sebagai objek, dan tujuan wisata.
Maluku Utara adalah bagian penting dalam perjalanan sejarah jalur rempah Nusantara karena Maluku Utara disebut sebagai titik nol jalur rempah dunia
“Kota Ternate dengan branding sebagai Kota Rempah pada kesempatan ini dalam rangka untuk memperingati Hari Rempah Nasional 11 Desember 2023 dan rangkaian peringatan Hari Jadi Ternate ke 773 melaksanakan gerakan menanam rempah (cengkeh dan pala) sebanyak 773 pohon secara serentak di seluruh wilayah Kota Ternate,” kata Tauhid, Selasa (12/12/2023).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!