Mengacu pada tanggal tersebut kata Ali, kemudian ditetapkan sebagai Hari Rempah Nasional di Republik Indonesia.
“Dimana hari ini, kita memperingati Hari Rempah Nasional di Tidore, tanah yang bersejarah dalam rangkaian kegiatan Hari Nusantara 2023,” sambungnya.
Walikota dua periode ini juga menjelaskan, Tidore merupakan kepulauan kecil namun kekuasaan dan pengaruhnya cukup luas, serta dengan sejarahnya yang kuat.
Tidore memiliki cukup andil dalam menjaga keutuhan NKRI dimana Tidore dan Papua memiliki sebuah keterkaitan yang tak bisa dilepaskan begitu saja,.
Ali juga menyampaikan, ketika Papua masuk menjadi bagian dari NKRI, Tidore menjadi ibukota sementara saat itu dengan Gubernur pertamanya, Sultan Zainal Abidin Syah, yang dilantik langsung oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Momen tersebut pun masih tersimpan baik di lembaga Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) dan beberapa juga sudah tersimpan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan.
“Dengan wilayah yang kecil, Tidore memiliki jejak masa lalu dan prestasi yang akan selalu abadi dalam karya. Semoga semangat ini akan menjadi sebuah contoh untuk untuk generasi muda agar selalu bangga akan negeri tercinta ini”, tandasnya.
Dia mengingatkan, bahwa negeri ini begitu besar dan kaya, sehingga butuh uluran tangan dan pikiran dari semua pihak untuk bangkit bersama dalam rasa nasionalisme Indonesia Jaya.
“Semoga dengan seminar ini akan terbangun sebuah semangat baru untuk kita masyarakat Nusantara agar lebih menghargai sejarah yang kita miliki, serta mampu berdiri dengan warisan yang kita miliki, dan cukup mengenal dengan baik akan negeri tercinta ini sehingga dapat dikelola dengan sebaik mungkin,” harap Ali.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!