Sementara, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Perwakilan Provinsi Maluku Utara Kuswanto mengatakan, kegiatan seminar Nasional Jalur rempah ini didedikasikan pada pelaksanaan Hari Nusantara di Kota Tidore, tentunya yang paling penting adalah seminar ini juga dalam rangka memperingati hari rempah nasional yang jatuh pada tanggal 11 Desember.
“Hari rempah nasional ini diangkat tanggal 11 Desember pada dasarnya dari Tidore bahwa pada tanggal 11 Desember tahun 1521 terdapat 27,3 ton cengkeh yang diekspor dari Tidore ke Eropa sehingga dari situlah setiap pada tanggal 11 Desember diperingati sebagai hari rempah nasional,” kata Kuswnto.
Kuswanto juga menambahkan, dari sisi sejarah Tidore sangat berperan penting di masa lalu terkait dengan perdagangan rempah, karena perdagangan rempah di Tidore saat itu sudah sangat mendunia, sehingga semua pedagang asing yang datang ke Maluku Utara untuk mencari rempah-rempah sehingga menimbulkan sebuah jalur yang kini dikenal sebagai jalur rempah.
Seminar Nasional Jalur rempah ini menghadirkan, Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs Yakub Husain, Dosen Sejarah FIB Unkhair Ternate Drs Nani Djafar, MA, dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Maluku Utara, Peneliti Jalur Rempah Maulana Ibrahim P,Hd, dan sebagai Narasumber. (RY/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!