Menurut Ranto, kegiatan operasi dilaksanakan bukan hanya di ruas jalan raya yang dilalui para penjual miras, namun pihaknya juga menyasar hingga ke lokasi penyulingan miras di beberapa titik yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Makanya barang bukti yang biasanya kita temukan di lokasi pembayaran biasanya kita musnahkan, bahkan alat-alat pembuatannya juga kita musnahkan sekaligus di tempat,” terangnya.
Dikatakan, kegiatan operasi tersebut akan terus dilaksanakan dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan apalagi menjelang perayaan natal dan tahun baru 2023/2024 serta kegiatan Pemilu mendatang.
“Karena dua hajatan besar tersebut sudah dekat, kita juga ingin memastikan agar Kamtibmas di Halmahera Timur bisa terjaga dengan baik,” ujarnya.
Ketika ditanya asal Miras yang disita ini, dirinya mengaku kebanyakan minuman haram itu berasal dari Halmahera Utara dan juga Halmahera Barat.
“Memang kebanyakan peredarannya bukan di Haltim, tetapi Haltim dijadikan sebagai jalur untuk memasok miras tersebut ke Halmahera Tengah karena kalau melalui Halteng ada beberapa pos yang ketat sehingga para penjual ini memanfaatkan jalan Haltim untuk memasok ke Halteng,” ungkapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!